Mimpi Gehol, Mungkinkah?

11:49:00 AM Gehol Gaul 2 Comments

Saat ini, kita sudah dihabisi oleh kebutuhan dan sistem. Bahkan untuk sekedar menikmati dan memanjakan diri di kampung halamapun kita nyaris tak sempat. Jikapun ada, Lebaran adalah satu-satunya media untuk mengekspresikan kebutuhan kita akan berkumpul sekaligus menikmati tanah kelahiran.

Dalam rentang setahun sekali tersebut, Lebaran kian istimewa karena sekaligus dijadikan ajang "unjuk gigi" semua orang. Sayangnya "unjuk gigi" yang dilakukan terlampau egois dan materialis semata. Lebaran yang tadinya ajang mempererat ketangguhan sosial bermetamorfosa menjadi ajang "pamer".

Sesungguhnya dari "ajang pamer" ini sedikit terbersit impian untuk "pamer" bersama. Tentu saja bukan sekadar menonjolkan kesuksesan individual dan komersial belaka. Impian yang tertanam dibenakku adalah bagaimana jika Gehol memamerkan Gehol dengan segenap keunggulannya ke dunia luar. Momen Lebaran yang kian jauh dari rasa sosial dijadikan ajang menunjukkan Gehol. Hal ini pas mengingat di saat-saat tersebut, banyak juga pengunjung Gehol untuk sekedar berwisata di Petahunan. Jadi, impianku adalah menyelenggarakan Pekan Petahunan.

Sebagai perbandingan, marilah kita melihat ajang PRJ alias Pekan raya Jakarta. Pekan Petahunan hanya meniru seculi dari kemegahan PRJ tersebut. Yang penting, secara budaya, ekonomi dan sosial Gehol bisa dijadikan rujukan bagi masyarakat sekitar.

Impianku, dalam Pekan Petahunan ada banyak para pedagang, seniman dan tentu saja masyarakat menikmati Gehol dengan Petahunannya. Bukankah hal ini lebih menguntungkan semua pihak daripada sekedar adu jotos yang sudah jadi tradisi setiap Lebaran?

Impianku dalam Pekan Petahunan, segenap masyarakat GEhol dan sekitarnya berkumpul menikmati aneka kesenian. Pedagang dari berbagai sudut menggelar dagangannya. Lalu pemerintah desa menjadikannya sebagai ajang tahunan. Di Pekan Petahunan juga, aparat bisa sekalian melayani masyarakat dengan membuat KTP, akte dan tetek bengek administrasi dalam waktu singkat. Jika diselenggarakan dalam sehari, maka cukup dengan model karnaval waktu jaman perayaan HUT RI di masa lalu.

Impian ini mungkin terlalu muluk bagi sebagian orang, namun bagiku bisa diwujudkan asal ada kemauan. Melihat dari "gagal"-nya membentuk kepengurusan Gehol Community, justru aku melihat adanya peluang. Bagaimanapun, Gehol dengan goroyok Jetaknya akan lebih mudah dikumpulkan dalam rangka mengadakan acara daripada dikumpulkan untuk acara "seremonial" belaka. Dengan kata lain, membentuk pengurus GC sekaligus sebagai panitia Pekan Petahunan seharusnya bisa lebih mudah dilakukan.

Menjadikan Pekan Petahuna sebagai proyek tentu saja akan kian menambah keuletan GC dalam berkarya. GC dengan segenap potensinya sebenarnya mampu melakukan hal demikian tentu saja jika dibarengi dengan kemauan yang konsisten. Selama ini, semangat berkarya kita kebanyakan dilatarbelakangi goroyok Jetak yang hangat-hangat tai ayam. Itulah mengapa ide ini kucetuskan untuk dilaksanakan setahun kemudian dari sekarang. Sebab, waktu akan menguji siapakah yang konsisten dan siapa pula yang sekedar ikut-ikutan.

Sayangnya aku harus sadar bahwa kini aku harus kembali ke kenyataan. Impian di atas dan banyak lagi yang belum kuungkapkan sangat sulit terwujud. Sekedar mengumpulkan awak GC untuk membentuk pengurus saja susahnya minta ampun apatah lagi impian-impianku.

Semoga kenyataan segera menyambut impian.




2 comments:

  1. ide bagus

    bahkan brilian

    sayangnya ini tidak mungkin bisa terjadi dalam waktu 1 atau 2 tahun ke depan

    apa yang mau ditampilkan?
    modalnya dari mana?
    siapa kontestannya?
    siapa penontonnya?

    mungkin sebenarnya banyak warga Jetak (khususnya) yang punya bakat seni

    tapi tanpa ada uang yang berbicara
    apakah mereka mau?

    banyak dermawan-dermawan di Jetak (khususnya)

    tapi tanpa ada hasil yang jelas

    apakah mau mereka mengeluarkan modal

    boro-boro mengenalkan petahunan ke luar desa

    ada pemuda dari desa lain yang berkunjung ke petahunan pun
    pemuda jetak curiga
    bahkan mengusirnya

    ini yang perlu dibenahin duluide bagus

    bahkan brilian

    sayangnya ini tidak mungkin bisa terjadi dalam waktu 1 atau 2 tahun ke depan

    apa yang mau ditampilkan?
    modalnya dari mana?
    siapa kontestannya?
    siapa penontonnya?

    mungkin sebenarnya banyak warga Jetak (khususnya) yang punya bakat seni

    tapi tanpa ada uang yang berbicara
    apakah mereka mau?

    banyak dermawan-dermawan di Jetak (khususnya)

    tapi tanpa ada hasil yang jelas

    apakah mau mereka mengeluarkan modal

    boro-boro mengenalkan petahunan ke luar desa

    ada pemuda dari desa lain yang berkunjung ke petahunan pun
    pemuda jetak curiga
    bahkan mengusirnya

    ini yang perlu dibenahin dulu

    ReplyDelete
  2. sudah terpikirkan mulai dari format, pembiayaan hingga bagaimana mendatangkan audience...

    cuma percuma juga dibicarakan kalo keadaan gak memungkinkan...
    setidaknya tulisan ini semoga jadi pemicu untuk kita menggali potensi Gehol ...

    ReplyDelete