Meong Budug: Pelajaran Politik dari Gehol


Ilustrasi (fotografer.net)

Pernah dengar istilah kucing dalam karung? Sebuah istilah yang sangat populer dalam dunia politik dan percintaan. Jangan sampai membeli kucing dalam karung. Demikian selalu yang terngiang di telinga jika kita bersiap memilih pemimpin dan pasangan. Jauh sebelum dunia mengenal istilah ini, Gehol alias Jetak telah mempraktikkannya. Meong Budug!

Pepatah ini bukan saja dipraktikkan dengan sekedar pepatah-petitih namun dalam bentuk yang lebih gampang dicerna. Permainan. Permainan ini selalu dilakukan anak-anak Gehol. Mungkin hingga kini hanya segelintir orang Gehol yang mampu menarik makna besar yang disematkan leluhur dalam permainan yang sederhana ini.

Beda Bangkok dan Jetak



Bangkok dari Chao Phraya
Terlalu jauh memang membandingkan Bangkok yang ibukota Thailand dan Jetak yang cuma ibukota sebuah desa yang sulit dicari di Google Maps. Namun keduanya punya dua kesamaan, berawal dari peradaban tepi sungai.

Bangkok hingga kini masih setia dengan patron sungai sebagai seumber peradaban, sedangkan Jetak dan hampir semua wilayah Indonesia menyia-nyiakan sungai. Bangkok dengan segala beban modernisasinya tetap kukuh mengelola kebersihan sungai dan menambang banyak pundi-pundi uang dari keberadaan sungai.

VIVA Baru: Atur Web Semaumu



Bukti Follow

Sebuah situs berita selalu menyajikan kabar seakurat dan secepat mungkin itu sudah biasa. Namun, apa jadinya jika tampilan situs itu bisa diubah sesuai dengan kebutuhan pembaca? Itu baru luar biasa.

 VIVA baru dengan domain baru ternyata masih mempertahankan fitur ini – sesuatu yang saya anggap hilang sebelumnya. Bagi saya fitur ini penting, bukan karena hobi mengacak-acak tampilan sebuah halaman situs, namun lebih menyesuaikan dengan hobi dan keperluan kita sebagai pembaca.

Gehol Diademkan Ustadz Cepot



Ustadz Cepot dan Panitia (Gehol Community)

Hari itu, 25 Agustus 2012, perempatan Jetak alias Gehol, Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes penuh dengan khalayak. Mereka datang dari berbagai desa di Kecamatan Bantarkawung dan sekitarnya. Tujuan mereka berbondong-bondong cuma  satu, menyaksikan Ustadz Cepot.

Ya, Sabtu itu adalah hari yang dipilih oleh Gehol Community untuk mengadakan halalbihalal dengan menguncang penceramah caliber nasional. Tak tanggung-tanggung, penceramah yang dihadirkan adalah yang biasa menyapa warga Gehol dan Indonesia umumnya lewat layar kaca. Pesona itulah yang membuat banyak kaum Muslim tergerak menyaksikan sekaligus menyerap apa yang disampaikan sang ustadz.

Robohnya Sandiwara Kami


Ampun!!! 

Imajinasi yang liar dibutuhkan dalam dunia kreatif. Namun jika keliarnya menumpulkan nilai-nilai luhur, maka imajinasi tersebut berubah menjadi sampah belaka.

Warga negara Indonesia penikmat radio di tahun 90-an pasti akan ingat betapa sandiwara radio begitu mengharu biru kehidupan. Salah satu yang legendaris dan menjadi santapan serta ajang imajinasi permainan anak-anak adalah Tutur Tinular.