Misteri Bambu Melengkung

3:07:00 PM Unknown 3 Comments


Ilustrasi 

Masalah magis dan ajimat masih mengganjal pikiranku. Banyak yang tak masuk akal, namun saat menyaksikan sendiri cuma bisa terbengong-bengong. Melihat bagaimana almarhum nenek menunjukkan dengan tepat lokasi yang dikunjungi orang yang berobat padanya cukup membekas di benakku.

Bagi mereka yang senang dengan dunia lelembut dan olahrasa, semuanya mungkin. Salah satu yang media yang digunakan tentu saja benda bertuah selain mantra. Mendapat jimat bukanlah perkara mudah. Ada yang setengah mati mencari namun tak kunjung diberkahi. Ada yang menolak dengan keras justru dititipi sang empunya ajimat yang biasanya berasal dari dunia lain.

Salah satu yang dijadikan ajang pencarian sekaligus ajang ajimat menemukan siapa yang dianggap berhak memiliki adalah melalui pohon bambu. Tentu saja bukan perkara mudah menemukan mana bambu yang mengandung “isi”. Sekali lagi, benda bertuah selalu terkait dengan keberuntungan seseorang.

Ajimat akan menghampiri seseorang yang dianggap berhak biasanya saat malam hari. Si pohon akan melengkung hingga rebah dan menghalangi jalan siapa saja. Bagi yang tidak awas, tentu ia akan dengan seenaknya melangkahi bambu dan meneruskan perjalanan. Bagi yang mengerti akan dunia spiritual, maka ia akan menebangnya. Jika memang ajimat mau dimiliki penebang, maka ia akan menampakkan diri dan rela dipungut. Namun jika tak mau, ia akan terbang entah kemana membelah malam.

Lalu apakah bentuk jimatnya? Sangat sukar diprediksi bentuknya. Tergantung bagaimana jodoh seseorang yang ketiban pulung tersebut. Kadang berupa cincin, batu akik, al-Qur’an amat kecil, keris, pisau, gigi binatang, tanduk binatang, atau bahkan batu delima. Semuanya sekali lagi sangat tergantung seberapa beruntung sang penemu.

Bagaimana dengan karomahnya? Tergantung juga amalan dan perbuatan sang penemu yang beruntung tersebut. Jika yang bersangkutan memperlakukannya untuk kebaikan, maka kebaikanlah yang diperoleh. Sementara jika untuk keburukan, biasanya sang jimat akan hilang. Namun, tak jarang juga ada jimat yang memang suka digunakan untuk berbuat yang tidak-tidak.

Beruntunglah warga Gehol cenderung baik-baik. Meski ada yang didatangi oleh jimat bertuah, tidak banyak hal negative yang terjadi. Kebanyakan dipakai sebagai media pengobatan bagi mereka yang masih percaya. Namun lebih banyak lagi yang diam. Maklumlah, semakin banyak ilmu semakin banyak diam itu adalah kebiasaan orang-orang yang linuwih.

3 comments:

  1. syirikkk..syirikkkkk..awas,,,syirik.......
    dosa yg tidak terampuni....hati2

    ReplyDelete
    Replies
    1. sirik sirik tanda tak mampu, hehehehe
      dibalik cap sirik atau musrik, ada banyak hal yang bisa diambil hikmahnya ...

      Delete