Berebut Capres di Socmed

4:32:00 PM Unknown 13 Comments

Beberapa waktu ini, semua orang baik sadar atau tak sadar telah terhanyut dalam timangan pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia. Memilih capres!

Saat capres-cawapres sudah dideklarasikan dan disahkan oleh KPU, makin ramailah suasana kampanye. Semua kampanye baik yang bersifat membangun maupun negatif riuh-rendah terutama di saluran yang sekarang sedang naik daun, sosial media.

Bagi saya pribadi, kegaduhan yang terjadi di sosial media memberi sebuah harapan baru bagi kita semua. Bahwa kita sebagai warga biasa yang bisa mengakses langsung saluran informasi untuk berbagi kepada sesama. Sebab selama ini, saluran informasi biasanya sulit ditembus oleh warga biasa.

Meski patut diapresiasi, saluran informasi dari sosial media tentu perlu juga diperhatikan. Karena bersifat bebas, maka filter yang dibutuhkan tentu harus sangatlah ketat. Ironisnya, filter tersebut sangat tergantung pada pemahaman dan kedewasaan kita. Berbeda dengan media mainstream yang sudah memiliki payung hukum dan norma-norma yang jelas.

Dalam kampanye pemilihan presiden kali ini pun, banyak informasi yang bertebaran dengan bebas di media sosial. Para pemilik akun dengan bebasnya mengobral informasi mulai yang berbasis fakta maupun sebatas ilusi semata. Pada akhirnya, informasi yang berseliweran sangat susah dikonfirmasi kebenaran. Kembali lagi, filter sangat tergantung kepada kita.

Tampaknya, kebebasan berpendapat di dunia maya telah berkembang sedemikian bebas hingga membuat saluran ini sedikit demi sedikit hendak dibatasi. Hal ini dimulai salah satunya dengan kemungkinan sebuah akun bisa dituntut pidana jika yang disebarkannya bersifat fitnah. Sebuah kemajuan dari sisi hukum, meski berbagai pihak merasa bahwa hal ini justru bisa memberangus demokrasi negeri ini.

Ddalam pilpres kali ini, sosial media tampaknya dimanfaatkan sebesar mungkin oleh para simpatisan. Banyak akun, baik lama maupun baru, mengupas kelayakan capres-cawapres pilihan sekaligus menelanjangi hal-hal negatif capres-cawapres lawan. Maka, peperangan opini yang berkobar berpindah dari darat ke dunia maya. Meski cenderung bersifat brutal karena tanpa filter, namun justru vulgarnya informasi yang diumbar justru makin mendewasakan masyarakat dalam menentukan pilihan. Tentu saja, masyarakat dituntut mampu menyaring semua informasi di atas dengan bijak.

So, sudahkah Anda memfilter info yang berseliweran di akun sosial media Anda?




13 comments:

  1. WARGA BANDUNG DAN JAWA BARAT BOIKOT METROTV atas pemberitaan yang SANGAT tidak seimbang dan tidak netral terkait pemberitaan CAPRES DAN CAWAPRES. Bahkan dengan sengaja menjelek-jelekkan PRABOWO-HATTA. Kelakuan metrotv menyebabkan MASYARAKAT SANGAT TIDAK SIMPATI mkepada pasangan capres & cawapres jokowi & jk. Terlebih gaya ngomong jokowi yang sudah mulai tertular gaya ngomong mega yang menjelek-jelekan lawan dengan nada sinis. Saya yang dulu pernah kenal & simpati pada jokowi, sekarang tidak lagi tertarik untuk memilih beliau. Saya menjadi tertarik pada pasangan PRABOWO-HATTA yang kampanyenya lebih elegan & berfikiran positif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu kan saya nonton ,metro tv,,sekarang sudah gak lagi,,ini stasiun milik surya paloh,,kalo pidato,,omongannya kosong semua,,penyiarnya kan butuh kerja untuk menghiduoi keluaga demi sesuap nasi,,terpaksa ikut majikan

      Delete
    2. saya boikot TVone, antv, MNC sangat sangat tdk berimbang beritanya, msh mending METRO

      Delete
  2. WARGA BANDUNG DAN JAWA BARAT BOIKOT METROTV atas pemberitaan yang SANGAT tidak seimbang dan tidak netral terkait pemberitaan CAPRES DAN CAWAPRES. Bahkan dengan sengaja menjelek-jelekkan PRABOWO-HATTA. Kelakuan metrotv menyebabkan MASYARAKAT SANGAT TIDAK SIMPATI mkepada pasangan capres & cawapres jokowi & jk. Terlebih gaya ngomong jokowi yang sudah mulai tertular gaya ngomong mega yang menjelek-jelekan lawan dengan nada sinis. Saya yang dulu pernah kenal & simpati pada jokowi, sekarang tidak lagi tertarik untuk memilih beliau. Saya menjadi tertarik pada pasangan PRABOWO-HATTA yang kampanyenya lebih elegan & berfikiran positif.

    ReplyDelete
  3. WARGA BANDUNG DAN JAWA BARAT BOIKOT METROTV atas pemberitaan yang SANGAT tidak seimbang dan tidak netral terkait pemberitaan CAPRES DAN CAWAPRES. Bahkan dengan sengaja menjelek-jelekkan PRABOWO-HATTA. Kelakuan metrotv menyebabkan MASYARAKAT SANGAT TIDAK SIMPATI mkepada pasangan capres & cawapres jokowi & jk. Terlebih gaya ngomong jokowi yang sudah mulai tertular gaya ngomong mega yang menjelek-jelekan lawan dengan nada sinis. Saya yang dulu pernah kenal & simpati pada jokowi, sekarang tidak lagi tertarik untuk memilih beliau. Saya menjadi tertarik pada pasangan PRABOWO-HATTA yang kampanyenya lebih elegan & berfikiran positif.

    ReplyDelete
  4. WARGA BANDUNG DAN JAWA BARAT BOIKOT METROTV atas pemberitaan yang SANGAT tidak seimbang dan tidak netral terkait pemberitaan CAPRES DAN CAWAPRES. Bahkan dengan sengaja menjelek-jelekkan PRABOWO-HATTA. Kelakuan metrotv menyebabkan MASYARAKAT SANGAT TIDAK SIMPATI mkepada pasangan capres & cawapres jokowi & jk. Terlebih gaya ngomong jokowi yang sudah mulai tertular gaya ngomong mega yang suka menjelek-jelekan lawan dengan nada sinis. Saya yang dulu pernah kenal & simpati pada jokowi, sekarang tidak lagi tertarik untuk memilih beliau. Saya menjadi tertarik pada pasangan PRABOWO-HATTA yang kampanyenya lebih elegan & berfikiran positif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heuheuheu kalo TV One ada yang boikot gak yah?

      Delete
  5. Kalo Saya pribadi sudah terlalu jenuh dengan info sana-sini yang seliweran di dunia socmed, apalagi baca komentar-komentarnya bikin emosi Panas, lebih baik kita tutup sejenak sampai tanggal pencoblosan baru Solat dan berdoa minta yang terbaik dipilihkan oleh Alloh, baru tentukan pilihan dan Coblos, hehe

    Semoga Pemilu kali ini lebih Santun dan Damai, Aminn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, semoga makin santun. Yang paling penting, hasilnya jelas-jelas berguna bagi masyarakat.

      Delete
  6. Lebih jahat TV One

    ReplyDelete
  7. Harus pandai milih ya, jangan sampai kita memilih salah satu kandidat karena terpengaruh oleh status di sosmed

    ReplyDelete