Tabu di Petahunan

12:59:00 PM Unknown 0 Comments


Ilustrasi
Bendung Petahunan kembali memakan korban. Kali ini, gadis yang masih belia dipaksa takdir menyerahkan nyawanya kepada kejamnya air. Sebuah kesia-siaan yang berpangkal pada tabu di bendungan yang berair tenang tersebut. Tabu tersebut adalah, ego!

Mungkin terdengar kejam ketika sedikit menyalahkan korban yang telah meninggal. Namun berulangnya kejadian ini adalah karena minimnya kehati-hatian sekaligus pengetahuan medan dari para korban. Penulis sendiri pernah menyaksikan teman sekolah yang tenggelam, bahkan di depan mata kepala sendiri. Dua orang perempuan dan kebetulan penulis yang terdekat dengan mereka dan yang menariknya hingga ke pinggir. Alhamdulillah mereka selamat, meski mengalami trauma hebat.

Dari beberapa korban yang kuingat tenggelam dan meninggal di sana, hampir semuanya bukan warga setempat. Artinya, meski mereka bisa berenang, Petahunan tetap saja membahayakan. Sebab dibalik ketenangan airnya, terdapat medan yang susah dipetakan. Warga setempat tidak ada yang menjadi korban selain karena pandai berenang juga mengetahui medan dengan lebih baik.

Bagi kami warga setempat, beberapa tempat di sana tidak layak dijamah. Awalnya karena takut kualat memang, namun semakin akal bisa mencerna karena daerah tersebut memang mematikan. Kedalaman yang susah diprediksi, medan licin berlumut, dan jalinan karang di bawahnya adalah kombinasi menakutkan yang jika kita tidak hati-hati maka bisa berakibat fatal.

Sayangnya, hingga kini peringatan lebih merupakan anjuran mulut kemulut dari warga setempat kepada pengunjung saja. Tak ada papan peringatan, tak ada pemetaan yang komprehensif terhadap daerah mana yang rawan dan aman direnangi bagi pengunjung. Semua pada akhirnya kembali kepada pengunjung seberapa bijak mereka mengelola ego mereka. Apakah akan lena dengan indahnya bendungan sehingga mengarunginya tanpa pikir panjang atau cukup menikmatinya saja dari pinggir.

Petahunan memang terlihat tenang bahkan kekurangan air di masa kemarau. Namun dibalik ketenangannya tetap saja patut diwaspadai. Sudah saatnya pengunjung diberi rambu-rambu yang jelas bahwa daerah tersebut bisa direnangi, namun dengan batasan. Tak perlu lagi nyawa terbuang sia-sia di tempat seindah Petahunan.

0 comments: