Monday, October 15, 2012

6 Kemenangan Ijo: Gema Pemekaran Muncul


Peta Brebes
Bergulirnya kembali ide pemekaran Kabupaten Brebes ditanggapi positif oleh Panitia Persiapan Pemekaran Kabupaten Brebes (P3KB). Ketua P3KB Zaenal Arifin SAg mengaku siap bersinergi untuk memuluskan pemisahan Kabupaten Brebes.

P3KB merupakan wadah perjuangan pemekaran yang dibentuk pada 2008 untuk meneruskan kerja Panitia Presidium (2005) yang diketuai drg Rozikin. Menurut Zaenal, P3KB telah bekerja menyosialisasikan pemekaran ke sejumlah desa di wilayah selatan Kabupaten Brebes.

“Hasilnya, sebanyak 70 persen atau 65 desa dari total 93 desa menyatakan setuju dengan pemekaran,” papar Zaenal yang juga Kades Pamijen sekaligus Ketua GP Ansor Kecamatan Bumiayu itu.

Seperti diketahui, ide pemekaran kembali bergulir setelah pemilihan bupati dan wakil bupati periode 2012-2017.

Ide tersebut muncul dalam sebuah pertemuan di kediaman Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Kabupaten Brebes Syamsul Maarif yang dihadiri kalangan LSM, mahasiswa dan ormas.

Zaenal mengemukakan, pemekaran merupakan sebuah kebutuhan.

Alasannya, enam kecamatan di selatan memiliki kondisi geografis dan kultur masyarakat yang serupa. “Belum adanya pemerataan pembangunan di Brebes juga menjadi pemicu munculnya wacana pemekaran ini,” tandasnya. Zaenal menambahkan, masalah pendanaan menjadi hambatan utama dalam upaya pemekaran Kabupaten Brebes. 

Optimistis 

Ketua KNPI Bumiayu tersebut menambahkan, Sesuai dengan PP 78/2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah, Wakil Ketua P3KB sekaligus Kades Pamijen Kecamatan Bumiayu mengatakan, pemekaran wilayah bisa dilakukan apabila terdapat setidaknya lima kecamatan yang mendukung untuk dijadikan daerah baru.

’’Di wilayah selatan Brebes, terdapat enam kecamatan meliputi Salem, Bantarkawung, Paguyangan, Bumiayu, Sirampog dan Tonjong,’’ terangnya.

Ketua Lembaga Pendidikan Maarif Kabupaten Brebes, Syamsul Maarif mengakui pesta demokrasi pilkada merupakan momentum tepat untuk kembali memperjuangkan pemekaran. Terlebih, bupati terpilih juga telah mendukung pemekaran.

’’Bagaimanapun dukungan bupati dan DPRD sangat penting untuk membuka ’’keran’’ pemekaran yang selama ini tertutup,’’ imbuh dia.

Disinggung mengenai keberadaan panitia pemekaran sebelumnya? Syamsul menegaskan semua pihak akan dilibatkan.

Namun demikian, ia menggaris bawahi bahwa panitia pemekaran tidak boleh dipegang oleh unsur PNS karena bisa menciptakan konflik kepentingan yang tinggi.

Dengan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang unggul, Syamsul optimistis pemekaran akan menjadikan wilayah selatan Kabupaten Brebes lebih maju.

Sumber: suaramerdeka.com

6 comments:

  1. Mudah - mudahan kelak pembiyaannya tidak membebani APBD Provinsi.
    Juga mudah - mudahan, benar - benar siap menjadi sebuah kabupaten yang oke, rakyatnya sejahtera dan tentram, terpenuhi rasa aman nya.
    Amin

    ReplyDelete
  2. tapi...secara logika gak mungkin.....
    wong..kekayaan/penghasilan ...brebes selatan,,cuma sekitar 9 milyar perbulan.......mau makan apa kabupaten...punya duit segitu doankkkkkk????

    ReplyDelete
    Replies
    1. politik tak ada logika kata Agnesmah, hehehe
      oya info terakhir PAD Brebes Selatan 24M

      Delete
  3. Ikut brebes lama ga' tambah sejahtera, kayak sapi perahan ga ada perhatian bebagai aspek, kasihan dibodohin orang2 yg tahunya berkuasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. mekar juga gak jaminan rakyat bakal dapet perhatian serius. palingan nanti buru-buru bagi kuasa.

      Delete

 

GEHOL GAUL Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates